Kronologi Pembunuhan Vina Cirebon
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jawa Barat Kombes Pol. Jules Abraham Abast
BEBERAPA hari belakangan, media massa dan media social ramai dengan pemberitaan soal kasus pembunuhan Vina Dewi (16), perempuan asal kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Sampai saat ini polisi terus mengusut kasus pembunuhan kasus tersebut.
Kronologi Kasus Tersebut
Pada Sabtu, 27 Agustus 2016, Vina bersama kekasihnya, Muhammad Risky Rudiana (Eki) mengalami pengeroyokan oleh geng motor di Jalan Perjuangan, depan SMP 11 Kali Tanjung Cirebon sampai akhirnya tewas. Diduga geng motor yang membunuhnya dikomandai oleh Pegi alias Perong. Kasus ini diduga dengan motif Pegi alias Perong sakit hati sama Vina karena Vina sempat menolak cintanya dan meludahinya.
Baca Juga: Polda Jabar Telah Periksa 68 Saksi Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Na’asnya, sebelum nyawanya meregang, Vina terlebih dahulu diperkosa secara bergantian oleh 11 orang pelaku. Usai pengusutan oleh pihak kepolisian Cirebon Kota, polisi setempat telah menetapkan delapan nama dari 11 pelaku. Kedelapan pelaku ini adalah Eka Sandi, Jaya, Supriyanto, Hadi Saputra, Sudirman, Eko Ramadhani, Rivaldi Aditya Wardana, dan Saka Tatal. Sementara itu, tiga pelaku lainya, yaitu Pegi alias Pegong, Andi, dan Dani masih menjadi buronan sampai saat ini.
Kasus tersebut sempat terlupakan sampai akhirnya beberapa lal muncul rekaman suara Vina yang diketahui merasuki tubuh sahabatnya, Linda.
Dalam rekaman tersebut, “arwah” Vina menceritakan kronologi pembunuhannya. Kala itu, Vina yang masih berusia 16 tahun ternyata berencana menikah dengan Eki.
Namun, sebelumnya Vina ternyata sempat menjalin cinta dengan Egi, sahabat Eki. Usut punya usut, Vina pernah meludahi Egi sampai dia kesal.
Akhirnya, ia pun dihampiri geng motor Egi sampai akhirnya diperkosa bersama dan dibunuh. Salah satu penyiksaan yang dilakukan terhadap Vina kala itu adalah kakinya yang dilindas.
Baca Juga: Pemerintahan Jokowi Merusak Lembaga-Lembaga Kontrol Pemerintahan
Ciri-ciri 3 Pelaku DPO
Ledakan penonton film Vina Sebelum 7 Hari rupanya membuat pihak kepolisian kembali mengusut keberadaan tiga DPO tersangka pemerkosaan dan pembunuhan warga Jawa Barat ini.
Sebagai upaya pencarian yang lebih luas, Pihak Kepolisian Jawa Barat juga telah membeberkan ciri-cri 3 pelaku tersebut.
Pegi alias Perong
- Usia (saat peristiwa): 22 tahun.
- Alamat: Desa Banjarwagun, Kec. Mundu, Kab. Cirebon.
- Ciri fisik: Tinggi 160 cm, badan kecil, kulit gelap, rambut keriting.
Dani
- Usia (saat peristiwa): 20 tahun.
- Alamat: Desa Banjarwangun, Kec. Mundu, Kab. Cirebon.
- Ciri fisik: Tinggi 170 cm, rambut keriting, badan sedang, kulit sawo matang.
Andi
- Umur (saat peristiwa): 23 tahun.
- Alamat: Desa Banjarwangun, Kec. Mundu, Kab. Cirebon.
- Ciri fisik: Tinggi 160 cm, badan kecil, kulit gelap, rambut lurus.
Kabar Terbaru
Kabar terbaru, berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap delapan dari 11 pelaku yang ditangkap yakni ER, HS, JY, ES, SP, SK, SD, dan RW dianggap penuh kejanggalan. Pernyataan itu disampaikan Pengacara Hotman Paris ketika bertemu dengan keluarga Vina di salah satu mal kawasan Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (16/5/2024) kemarin. “BAP itu ada ya dan yang jadi imbauan kami kepada Bapak Kapolri ini ada sesuatu yang tidak beres di penyidikan awal,” kata Hotman.
Delapan pembunuh Vina itu ditangkap pada 31 September 2016. Sedangkan ketiga pelaku sampai saat ini belum tertangkap dan sadah masuk dalam daftar pencarian orang (DP). Para pelaku yang ditangkap itu dijerat Pasal 338, 351, 170, dan 285 KUHP dengan ancaman penganiayaan dan pemerkosaan serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
Baca Juga: Polda Jabar Telah Periksa 68 Saksi Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Namun, Hotman mempertanyakan soal tiga pembunuh Vina Dewi yang kini masih buron, tapi tidak dimasukkan ke dalam BAP dari delapan tersangka yang ditangkap lebih awal. “Kalau delapan orang pelaku sudah menyatakan ada tiga orang lagi, ya enggak mungkin itu karangan,” papar Hotman.
“Kemudian kok bisa BAP selanjutnya mereka mengubah seolah-olah menyangkal bahwa keterlibatan tiga orang ini ya (DPO) itu hilang,” tambah dia.
Selain BAP yang dinilai ada kejanggalan, ada cerita yang berubah-ubah kasus pembunuhan dua sejoli muda itu. Dibunuh geng motor Dikutip Kompas.com pada pemberitaan 2016, Vina dibunuh oleh 11 orang yang disebut-sebut merupakan anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (27/8/2016) malam.
Vina ditemukan di lokasi tidak jauh dari mayat kekasihnya, Eki yang juga menjadi korban kebrutalan geng motor. Ketika itu, Eki masih berusia yang sama dengan Vina yakni 16 tahun. Kapolres Cirebon Kota yang saat itu dijabat AKBP Indra Jafar, menggelar konferensi pers enam hari setelah peristiwa itu terjadi.
Dalam konferensi pers itu dijelaskan, Vina dan Eki sebelum tewas dibunuh secara sadis sempat berkeliling bersama rekan klub motor ke sekitar Kota Cirebon. Ketika melintasi di sekitar kawasan SMP Negeri 11 Kota Cirebon, Vina dan Eki serta klub motornya itu dilempari batu oleh kelompok geng motor lain. Vina, Eki dan teman-temannya itu tancap gas untuk melarikan diri. Namun geng motor itu mengejar dan menendang motor yang saat itu dikemudikan oleh Eki. Vina dan Eki dipukuli hingga mengalami luka parah. Bahkan, Vina sebelum meninggal dunia juga diperkosa oleh para pelaku yang dilakukan secara bergantian.
Setelahnya jasad Vina dan Eki dibuang di bawah jembatan layang. Tujuannya untuk mengelabui bahwa seakan-akan kedua korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal. “Asumsi pertama saat itu adalah kejadian lakalantas. Setelah itu, kami mendapat informasi dari rekan korban bahwa korban belum tentu mengalami kecelakaan lalu lintas,” kata Indra.
Baca Juga: Polda Jabar Telah Periksa 68 Saksi Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Rekayasa kematian Namun sebelum kasus pembunuhan terbongkar,ayah Vina, Wasnadi, mendapatkan kabar bahwa putrinya masuk rumah sakit dalam kondisi sudah tak bernyawa. Dari laporan awal, disebutkan Vina mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Eki.
Kasus Pembunuhan Vina dan Eki dilaporkan menabrak tiang listrik dan trotoar di jembatan flyover yang berada di lajur arah Majasem, Kota Cirebon, menuju Sumber Kabupaten Cirebon.
Tim medis menyebut luka yang dialami Vina sangat parah. Vina mengalami luka parah di bagian kepala, tubuh dan kaki. Namun setelah beberapa hari, Wasnadi mendapat informasi baru bahwa tewas akibat kebrutalan geng motor. Kasus itu terbongkar berdasarkan kecurigaan pihak keluarga dan juga petugas kepolisian dari luka di sekujur tubuh Vina yang sangat parah. [tim]