Thursday 16th April 2026
By Sipri

Menteri HAM  Mengutuk Keras Penyiraman Air Keras kepada Aktivis Kontras

JAKARTA, SP – Menteri HAM Natalius Pigai mengutuk keras  penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Sementara pihak Kepolisian (Polda Metro Jaya) sedang melakukan penyelidikan ilmiah (scientific investigation) serta memeriksa saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Pigai mengatakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak secara tegas melalui proses hukum yang objektif.  “Saya sebagai Menteri HAM mengutuk keras penyiraman air keras tersebut,” kata Pigai dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Penyidik TNI dalam RUU KKS, Ancam Demokrasi dan Negara Hukum

Ia meminta aparat kepolisian untuk segera mencari pelaku dan mengusut tuntas motif di balik kejadian itu serta memastikan pelaku diproses hukum secara objektif agar rasa keadilan bagi korban dapat terwujud.

Pigai juga mengatakan negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negara dari segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang menyerang keselamatan dan kehormatan individu.

“Negara melarang segala bentuk kekerasan atau tindakan yang bertentangan dengan hukum yang menyerang individu atau kehormatan warga negara,” katanya.

Menurutnya, respons cepat dari aparat penegak hukum sangat diperlukan guna mengungkap pelaku serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.  “Reaksi cepat aparat penegak hukum sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: RUU TNI Putar Balik Arah Reformasi Militer

Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.  “Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” tuturnya.

Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.

Ketika itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

“Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” tuturnya.

Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Baca Juga: TNI  Tidak  Boleh  Menjadi  Alat  Politik

Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buf’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” jelasnya. [eh]

 

 

 

 

 

 

  • No Comments
  • March 14, 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *